TATA CARA PENANAMAN DAN PENGELOLAAN MANGROVE PASARBANGGI

Penanaman mangrove di kawasan hutan mangrove ini diprakarsai oleh kelompok tambak tani sidodadi maju. Dan berikut adalah cara kelompok sidodadi maju menanam pohon mangrove di kawasan ini,

  1. Pengumpulan buah

Sebelum penanaman pohon mangrove dilakukan, kelompok tambak tani sidodadi maju akan melakukan kegiatan pengumpulan buah mangrove pada bulan agustus hingga september dengan penanaman pada akhir tahun. Akan tetapi pengumpulan bibit ini juga fleksibel dilakukan oleh kelompok sesuai dengan situasi dan kondisi.

  1. Pembibitan

Kegiatan pembibitan buah mangrove ini dapat dilakukan ataupun tidak perlu dilakukan. Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa jenis mangrove misal jenis rhizopora dapat langsung ditanam walaupun tigkat hidupnya akan lebih rendah dibandingkan dengan buah yang dilakukan pembibitan. Berikut adalah tahap yang dapat dilakukan dalam pembibitan;

      • Pemilihan lokasi persemaian

Pemilihan lokasi persemaian mangrove di Pasarbanggi ditentukan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat saat pertemuan bulanan.

      • Pembuatan tempat dan bedeng persemaian

Pembuatan bedeng persemaian ini digunakan sebagai tempat pengumpulan bibit yang ditampung dalam polybag yang akan disemai.

      • Pembuatan bibit

Pembuatan bibit dilakukan setiap musim buah dan menjelang musim hujan. Seringkali dilakukan pada bulan agustus hingga september dengan pembagian polybag dan tanah untuk pembuatan bibit.

  1. Penanaman

Penanaman mangrove dapat dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut,

      • Penentuan jarak tanam

Penentuan jarak tanam dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasang surut air laut, kondisi ombak, dan juga jenis tanaman dengan lingkungannya. Jarak tanam dibuat pada jalur hijau dengan jarak 50-100 cm tiap tanaman.

      • Mempersiapkan peralatan

Peralatan yang harus dipersiapkan antara lain, penyangga, tugal atau pembuat lubang tanam (pacul dll), dan parang.

      • Pembagian kelompok

Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan jumlah peserta penanaman, jumlah bibit, dan luas lokasi penanaman yang sudah ditentukan sebelumnya oleh kelompok sidodadi maju dalam pertemuan bulanan.

Setelah semua dilakukan pengecekan oleh pengelola termasuk bibit yang akan ditanam. Proses penanaman dilakukan dengan membawa bibit ke lokasi penanaman, kemudian membuat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm- 100 cm, dan menancapkan penyangga sebagai penanda bahwa sudah dilakukan penanaman bibit mangrove. Proses penanaman ini dilakukan pada setiap kelompok dengan serentak.

Menariknya adalah kamu dapat ikut serta dalam penanaman bibit mangrove ini bersama pengelola atau dengan kelompok – kelompok yang ikut serta dalam penanaman. Untuk ikut berpartisipasi dan melakukan kegiatan ini kamu hanya perlu menyesuaikan jadwal penanaman dengan pengelola wisata dan juga menyiapkan uang untuk membeli bibit mangrove sebesar Rp. 1000 saja. Gimana? Tertarik untuk mencoba?

Kamu dapat menghubungi kontak pengelola disini.

Sedangkan pada pengelolaan pohon mangrove setelah ditanam adalah dengan melakukan monitoring perawatan. Monitoring perawatan kawasan hutan mangrove pasarbanggi selalu dilakukan setiap pagi dan sore oleh pengelola. Tujuan dari kegiatan monitoring perawatan adalah untuk me-monitoring dan merawat kawasan mangrove supaya pohon mangrove yang ditanam dapat hidup dengan optimal. Kegiatannya mencakup 4 aktivitas utama meliputi; kegiatan penyiangan, penyulaman, penjarangan, serta perlindungan tanaman.

1. Penyiangan

Kegiatan mencabut dan menebas gulma atau tanaman pengganggu disela-sela bibit mangrove yang ditanam. Tujuan penyiangan adalah untuk mengurangi persaingan antar tanaman gulma dan bibit mangrove sehingga bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan optimal.

2. Penyulaman

Kegiatan atau aktivitas menyulam, menambal atau menanam kembali bibit mangrove yang telah rusak atau mati. Tujuannya adalah untuk melakukan monitoring kondisi bibit mangrove yang ditanam. Kegiatan ini juga tidak hanya sekedar menambal dengan cara menanam pada lokasi titik bibit mangrove yang mati atau rusak namun juga memiliki aktivitas memperbaiki bibit mangrove yang kondisinya miring atau memperbaiki dan mengikat kembali bibit mangrove yang terlepas ikatannya dari ajir tanam.

 

3. Penjarangan

Kegiatan penebangan pohon mangrove yang telah memiliki kerapatan mangrove sangat tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang ideal bagi pohon mangrove untuk tumbuh secara optimal. Masyarakat sekitar biasa memanfaatkan hasil penjarangan untuk kayu bakar, pembuatan arang, dan pakan ternak kambing atau domba.

4. Perlindungan tanaman

Kegiatan melindungi pohon mangrove yang ditanam dari berbagai hama dan kendala non teknis. Aktivitas yang dilakukan antara lain; penyemprotan pestisida, pembersihan teritip dari batang pohon, pengerukan sedimentasi di zona pembibitan, pembersihan zona dari sampah atau benda lain yang mengganggu pertumbuhan, dan memperbaiki hingga menanam kembali bibit mangrove yang sudah rusak atau mati.

Sumber:

BRGM. 2022. “Pelindung Abrasi Pasarbanggi”. https://www.youtube.com/watch?v=CBhs-v5nkgM&list=PL-IOaTAvdr7GB-KDP0f29L9mBCgRgmtt7&index=3

Juhadi., Rahma, R. A., Santoso, A. B. (2020). “Edu-Ekowisata Hutan Mangrove Kawasan Pesisir Pasarbanggi, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia”. Jurnal Geografi 9(1).

Mangrovemagz. 2017, “Lima Pekerjaan Yang Harus Anda Lakukan Setelah Menanam Mangrove”. https://mangrovemagz.com/2017/07/17/lima-pekerjaan-yang-harus-anda-lakukan-setelah-menanam-mangrove/

Purwanto, W. A. diwawancarai oleh Selamet, D. P., Februari 2024, Jembatan Merah Hutan Mangrove Pasarbanggi, Rembang.

Scroll Up